Pages

Thursday, May 5

Gita gutawa




Biodata Gita Gutawa

  1. Nama Lengkap : Aluna Sagita Gutawa
  2. Tanggal Lahir : 11 Agustus 1993
  3. Tempat Lahir : Jakarta, Indonesia
  4. Kewarganegaraan : Indonesia
  5. Orang tua : Erwin Gutawa (ayah), dan Lutfi Andriani (ibu)

Kehidupan Awal

Gita Gutawa lahir di Jakarta, 11 Agustus 1993, yang diberi nama Aluna Sagita Gutawa, oleh orang tuanya, namun sekarang lebih dikenal dengan nama Gita Gutawa. Gita Gutawa merupakan putri pertama dari dua bersaudara (Aura Aria Gutawa, adik), ayahnya adalah seorang musisi berbakat Erwin Gutawa dan ibunya bernama Lutfi Andriani.

Sejak kecil Gita Gutawa suka melihat pertunjukkan musik ayahnya. Sejak kecil ia sudah dikenalkan dengan dunia musik oleh kedua orang tuanya. Ia didaftarkan di sebuah tempat kursus piano klasik, tidak hanya piano saja, Gita Gutawa juga mengikuti kursus vokal untuk mengembangkan suara soprannya agar lebih baik.

Sejak duduk di bangku kelas 2 SD ia sudah mulai belajar bermain piano klasik di Yayasan Musik Jakarta. Di samping itu ia juga mempelajari piano, jazz dan gitar. Sementara dari sisi vokal, Gita berguru pada Aida Swenchen (PSAI) dan Catharina Leimena.

Gita mendapat dukungan penuh dari ayahnya, yang juga turut membantu membimbingnya dalam dunia musik. Dalam konser Dekade Chrisye, yang seringkali berkolaborasi dengan ayahnya, ia diundang untuk tampil di atas panggung. Gita kemudian mengatakan bahwa Chrisye adalah salah seorang idolanya.

Saat memasuki Sekolah Menengah Pertama Gita bersekolah di SMP Al-Izhar, tidak seperti artis pada umumnya yang lebih bersekolah di rumah karena kesibukannya. Gita menganggap bahwa "menghadiri sekolah biasa lebih menarik", mempunyai banyak teman, dan punya kesempatan untuk bersosialisasi. Saat menempuh pendidikan di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, ia terpilih sebagai siswa terbaik selama lima tahun berturut-turut. 

Setelah lulus dari SMP, Gita melanjutkan ke SMA Bina Nusantara. Pada tahun 2009, Gita dipilih oleh Sampoerna Foundation, yang dijalankan oleh perusahaan investasi Sampoerna Strategic, sebagai duta muda pertama yang ikut berperan secara langsung dalam pengambilan keputusan perusahaan.


Karier Dalam Dunia Musik

Bakat menyanyinya ditemukan pada tahun 2004 saat ia sedang berlatih vokal, dan kebetulan saat ia berlatih, manager ADA Band mendengarnya di sebelah studio band tersebu, kemudian manager tersebut meminta kepada Gita untuk berduet dengan vokalis grup musik ADA Band. 

Lagu duetnya bersama vokalis ADA Band adalah "Yang Terbaik Bagimu" disertakan dalam album ADA Band tahun 2005, Surga Cinta. Album ini terjual sebanyak 800.000 kopi. Setelah berduet dengan beberapa penyanyi lainnya, termasuk penyanyi religi Haddad Alwi,Gita ditawari untuk merekam album solo oleh Sony Music Indonesia.

Setelah masa produksi selama satu tahun, album debut Gita yang bertajuk Gita Gutawa dirilis pada Februari 2007. Album ini diproduseri oleh ayahnya sendiri dan memuat lagu-lagu yang ditulis oleh Glenn Fredly dan Melly Goeslaw. Dengan penerimaan yang baik, album ini terjual sebanyak 150.000 kopi dalam waktu empat bulan dan berhasil meraih sertifikat triple platinum. 

Kesuksesan album ini, membuat jadwal Gita mulai dibanjiri oleh permintaan untuk tampil di media dan membintangi iklan. Hal ini menyebabkan ibu Gita bertindak sebagai manajernya, dan tetap menjadi manajer Gita hingga masa kehamilannya. Setelah itu, kerabat Gita yang lainnya menggantikan posisi ibunya sebagai manajer, namun ibunya tetap menjadwalkan penampilan media dan sesi rekaman Gita.

Biografi Gita Gutawa Aktris Indonesia


Gita mulai bernyanyi di beberapa festival musik. Kemampuannya dalam bernyayi tak perlu diragukan lagi, sebab pada tahun 2008, ia berhasil menjuarai Festival Lagu Internasional Nile Children ke-6 di Kairo, Mesir. Ia menyanyikan dua buah lagu yang berjudul "Alunan Sebua Lagu", dan "To Be One".

Gita mulai memproduksi album kedua, yaitu Harmoni Cinta, pada bulan Juni 2008. Kemudian, Gita memainkan peran yang lebih besar dalam produksi album ini daripada album debutnya dengan turut serta memilih konsep album dan daftar lagu, ia akhirnya menulis lima dari dua belas lagu yang terdapat dalam album tersebut. Album ini dirilis pada bulan Mei 2009 dan laris di pasaran.

Pada albumnya yang kedua, ia melibatkan beberapa pencipta lagu terkenal seperti Yovie Widianto, Melly Goeslaw, Dewiq, serta Maia Estianti. Dalam album keduanya ini Gita juga menyanyikan kembali lagu Aku Cinta Dia, sebuah tembang lawas yang pernah dipopulerkan oleh almarhum Musisi, Pencipta Lagu Chrisye.

Tindakan pertama yang dilakukan Gita salah satunya adalah dengan berjanji bahwa sebagian hasil dari penjualan album Harmoni Cinta akan digunakannya untuk menyekolahkan anak-anak Indonesia yang hidup dalam kemiskinan, setiap penjualan dua puluh album cukup untuk menyekolahkan satu anak. Melalui Sampoerna Foundation. Pada tahun 2009 Gita terpilih menjadi Duta Pendidikan Sampoerna Foundation.

Gita juga terpilih sebagai Duta Budaya Indonesia untuk tampil di Seoul pada Juni 2009, dengan memperkenalkan berbagai budaya Indonesia. Di acara tersebut Gita membawakan tarian Bali selain sebuah lagu dari album keduanya: Remember. Pada bulan Agustus pada tahun yang sama, Gita merilis biografinya yang berjudul Kotak Musik Gita Gutawa. Meski tidak menulis sendiri, namun Gita ingin berbagi pengalamannya selama menggeluti dunia musik dengan para penggemarnya.

Sejak merilis album debutnya, ia telah menelurkan dua album, yakni Harmoni Cinta pada tahun 2009 dan album religi Balada Shalawat pada tahun 2010. Saat rekaman album ketiga Balada Shalawat, Gita dilatih oleh seorang ustad terkait dengan pengucapan bahasa Arab yang benar yang digunakan dalam beberap lirik lagu tersebut. Album ini dirilis pada bulan Ramadhan, dan keuntungannya disumbangkan kepada rakyat miskin di Indonesia.

Gita juga menjajal dunia akting lewat serial sinetron pendek Ajari Aku Cinta. Dari berakting di depan layar kaca, kini Gita mulai merambah dunia layar lebar. Akhir 2009, ia mulai syuting film Love In Perth. Tak hanya mahir berakting di depan layar lebar, namun Gita juga melebarkan sayapnya dengan berakting di belakang layar. Ia dipercaya menjadi pengisi suara dalam film animasi pertama di Indonesia, Meraih Mimpi karya produser Nia Dinata.


Penghargaan

  1. Tahun 2007 | SCTV Awards - Sebagai Penyanyi Ngetop
  2. Tahun 2008 | International Nile Child Song Festival - Grand Prize
  3. Tahun 2008 | SCTV Awards - Album Terbaik
  4. Tahun 2008 | Anugerah Musik Indonesia - Artis Pendatang Baru Terbaik
  5. Tahun 2008 | Anugerah Musik Indonesia - Album Terbaik
  6. Tahun 2009 | Indonesia Kids Choice Awards - Penyanyi Wanita Terfavorit
  7. Tahun 2010 | Indonesia Kids Choice Awards - Penyanyi Wanita Terfavorit

Pada saat melalukan wawancara dengan Jakarta Globe pada tahun 2011, Gita berkata bahwa ia akan tetap melanjutkan kegiatan bernyanyi sebagai hobi meskipun hal tersebut sudah menjadi kariernya. Gita seringkali memperoleh inspirasi dari pengalamannya sendiri, serta dari teman-temannya.

Raisa Andriana

Raisa Andriana adalah seorang penyanyi yang berasal dari Indonesia. Ia mulai terkenal setelah membawakan lagu yang berjudul Sebar Salah. Berkat lagu tersebut ia menjadi populer seperti saat ini. Ia seorang penyanyi solo, namun sebelumnya ia merupakan vokalis band Andante, band bentukan Kevin Aprilio.

Bakat menyanyi Raisa sudah terlihat sejak kecil, ia hobi dengan menyanyi, kemudian mulai belajar teknik vokal secara otodidak (belajar sendiri). Pada tahun 2012 ia sudah meraih penghargaan dari Anugerah Musik Indonesia sebagai Penyanyi Pendatang Baru Ter baik.

Biografi Raisa Andriani

Biodata Raisa Andriani

  1. Nama Lengkap : Raisa Andriani
  2. Tanggal Lahir : 6 Juni 1990
  3. Tempat Lahir : Jakarta, Indonesia
  4. Pekerjaan : Penyanyi
  5. Agama : Islam
  6. Orang tua : Allan N Rachman (ayah) & Ria Mariaty (ibu)
  7. Saudara : Rinaldi Nurpratama (kakak)
  8. Kewarganegaraan : Indonesia


Biografi Raisa Andriani

Raisa Andriana lahir di Jakarta, Indonesia, 6 Juni 1990. Ia merupakan anak dari pasangan Allan N Rachmad dengan Ria Mariaty. Ia lahir sebagai anak kedua, dan mempunyai seorang kakak laki-laki yang bernama Rinaldi Nurpratama.

Bakat menyanyi Raisa sudah muncul sejak kecil. Di usia 3 tahun, kemudian ia mulai belajar teknik vokal sendiri. Ia sudah sering pura-pura tampil seperti penyanyi sungguhan di atas panggung. Sebelum menjadi penyanyi solo seperti saat ini, ia pernah menjadi vokalis band bentukan Kevin Aprilio, Andante.

Andante merupakan band cikal bakal berdirinya band Vierra yang pada awalnya memiliki 5 orang personil antara lain: Raisa Andriani, Widi Soediro, Raka cyril, Kevin Aprilio, dan Satrianda Widjanarko. Karena beberapa alasan dari pihak label yang menginginkan konsep yang berbeda dari band Andante, maka Andante harus mengeliminasi 1 anggotanya, yaitu Raisa. Sehingga pada awalnya band ini terdiri dari 5 orang menjadi 4 orang.

Raisa pernah menjadi penyanyi regular di kafe musik. Dari kesempatan menyanyi di kafe-kafe tersebut, ia mendapatkan banyak peluang untuk menjadi seorang penyanyi. Akhirnya pada tahun 2011, ia merintis kariernya dengan menjadi penyanyi solo, dengan merilis album pertamanya yang berjudul Raisa.



Karier

Raisa merilis album pertamanya pada tahun 2011, yang berjudul Raisa. Produser album tersebut adalah 3 musisi muda dari band Indonesia, yaitu Asta Andoko (RAN), Ramadhan Handy (Soulvibe), dan Adrianto Ario Seto (Soulvibe), didukung oleh Nanda Oka dan Asta Andoko yang berlaku sebagaiExecutive Producer untuk Solid Records.

Biografi Raisa Andriani


Ia mulai dikenal setelah membawakan lagu berjudul Serba Salah membuat nama Raisa muncul sebagai salah satu tamu dalam panggung Java Jazz Festival 2011. Dari performa dipanggung bergengsi tersebut, karir Raisa semakin melejit dan membuatnya mendapatkan penghargaan dari Anugerah Musik Indonesia sebagai pendatang baru terbaik.

Serba Salah, berkat membawakan lagu tersebut Raisa menjadi populer di Indonesia, ia muncul sebagai salah satu tamu dalam panggung Java Jazz Festival 20011. Tidak hanya itu singel di album tersebut berhasil mengantarkannya ke Anugerah Planet Musik 2012 sebagai Best New Female Artiste.

Pada November 2013, Raisa meluncurkan album keduanya yaituHeart to Heart. Penyanyi penuh talenta yang kini masuk dalam jajaran penyanyi top Indonesia, kembali hadir dengan karya terbaik dan siap menjadi penyanyi nomor satu di Indonesia. Album pertama Raisa berhasil bertahan pada posisi atas chart music di berbagai media Indonesia selama kurang lebih 2,5 tahun terakhir.

Album Heart to Heart berisikan 9 lagu;BersinarHari BahagiaPemeran Utama,Teka-tekiLet Me be (I Do)Katakan!LDR,Bye-bye dan Mantan Terindah. Selain lagu Mantan Terindah dan Bye-bye yang telah menjadi single sebelum launching Album Heart to Heart. Pada album Heart to Heart ini Raisa memberikan pesan jelas bahwa ia bukan hanya sebagai penyanyi aji mumpung, dengan karya musik serta pendewasaan vokal yang terasa lebih matang dari album sebelumnya.

Mengambil lokasi pada Soehana Hall, Gedung Energy Jakarta Selatan, launching album Heart to Heartberlangsung dengan sukses. Tidak hanya sekadar meluncurkan album terbaru, Raisa juga mengadakan konsershowcase Heart to Heart album secara khusus untuk media/wartawan dan yang terpenting untuk 300 yourraisa yang telah terpilih lewat pre-order Box Set Raisa di raisa.flagig.com.

Pada Tahun 2014, Raisa ditunjuk sebagai juri tamu Indonesian Idol 2014. Awalnya hanya ingin menjadi juri tamu audisi Yogyakarta. Tetapi berhubung salah satu juri tidak dapat hadir pada siaran langsung, maka terkadang Raisa menggantikannya. Pada bulan Februari tahun 2015, Walt Disney Pictures, produsen film animasi terbesar di dunia, menggandeng Raisa untuk menyanyikan lagu di soundtrack film terbaru Disney, Cinderella. Lagu berjudul A Dream is a Wish Your Heart Makes akan mengiringi film tersebut.


Album

  1. Raisa (2011)
  2. Heart to Heart (2013)

Penghargaaan

  1. Penyanyi Pendatang Baru Terbaik
  2. Grafis Desain Album Terbaik 
  3. Persembahan Vokal Terbaik Dalam Lagu (Artis Baru Wanita) (2012)
  4. Best Female (2013)
  5. Most Wanted Female (2013)
  6. Best Asian Artist (2014)

Sebagai penyanyi, Raisa mengaku musiknya banyak terinspirasi dari musisi kenamaan seperti Brian Mcknight, Alicia Keys, Joss Stone. Beberapa waktu lalu, salah satu momen paling bersinarnya sebagai penyanyi tampak ketika dirinya digandeng musisi kenamaan, David Foster untuk tampil di acara konser komposer asal Amerika Serikat di Jakarta itu. Sebelumya, Raisa bukanlah penyanyi solo seperti yang dikenal publik saat ini. 

Biografi Iwan Fals

Biografi Iwan Fals Musisi Indonesia

Iwan Fals adalah seorang musisi terbaik yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Penyanyi beraliran Balada, Pop, Rock, dan Country yang menjadi salah satu legenda di Indonesia. Penyanyi yang memiliki nama Virgiawan Listanto, namun lebih akrab dipanggil dengan nama sebutan yaitu Iwan Fals.

Iwan Fals lahir pada tanggal 3 September 1961 di Jakarta, Indonesia. Lahir dari pasangan Lies Suudijah asal Tasikmalaya (ibu) dan Kolonel Anumerta Sucipto (ayah) asal Jawa merupakan anak petinggi di pabrik Gula Kalibagor, Jawa Tengah. 

Masa kecil Iwan dihabiskan di Bandung, kemudian di Jeddah, Arab Saudi, selama 8 bulan. Ia pernah bersekolah di SMPN 5 Bandung, Jawa Barat. Kemudian setelah lulus dari SMPN 5 ia meneruskan belajarnya di SMAK BPK Bandung. Kemudian melanjutkan belajarnya di STP (Sekolah Tinggi Publistik) dan menuntut ilmu terakhirnya di Institut Kesenian Jakarta.

Biografi Iwan Fals Musisi IndonesiaBakat musiknya terlihat saat di usianya yang ke-13 tahun, saat Iwan banyak menghabiskan waktunya dengan mengamen di Bandung. Bermain gitar dilakukannya sejak masih muda atau belum tua bahkan ia mengamen untuk melatih kemampuannya bergitar dan menciptakan lagu. Ketika di SMP, ia menjadi gitaris dalam paduan suara sekolah.

Pada suatu hari datang ajakan untuk mengadu nasib di Jakarta dari seorang produser. Iwan melakukan rekaman album pertama bersama rekan-rekannya, Toto Gunarto, Helmi Bahfen, dan Bambang Bule yang tergabung dalam Amburadul, namun album tersebut gagal di pasaran dan ia kembali menjalani profesi sebagai pengamen.

Pada tahun 1980, Iwan menikah dengan Rosana. Hasil dari pernikahannya ia memiliki tiga orang anak yaitu, Galang Rambu Anarki, Annisa Cikal Rambu Bassae, dan Raya Rambu Rabbani.

Nama Galang dijadikan salah satu lagu Iwan, berjudul Galang Rambu Anarkipada album Opini, yang bercerita tentang kegelisahan orang tua menghadapi kenaikan harga-harga barang sebagai imbas dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak pada awal tahun 1982 yaitu pada hari kelahiran Galang, 1 Januari 1982.

Galang mengikuti jejak ayahnya terjun di bidang musik. Walaupun demikian, musik yang ia bawakan berbeda dengan yang telah menjadi trademark ayahnya. Galang kemudian menjadi gitaris kelompok BUNGA.


Iwan Fals tetap menjalani profesinya sebagai pengamen. Ia mengamen dengan mendatangi rumah-rumah, kemudian di Pasar Kaget. AlbumSarjana Muda ternyata banyak diminati dan ia mulai mendapatkan berbagai tawaran untuk bernyanyi. Ia kemudian sempat masuk televisi setelah tahun 1987. Saat acara Manasuka Siaran Niaga disiarkan di TVRI, lagu Oemar Bakri sempat ditayangkan di TVRI. Ketika anak kedua Iwan, Cikal lahir tahun 1985.

Selama Orde Baru, banyak jadwal acara konser Iwan yang dilarang dan dibatalkan oleh aparat pemerintah, karena lirik-lirik lagunya dianggap dapat memancing kerusuhan. Pada awal kariernya, Iwan Fals banyak membuat lagu yang bertema kritikan terhadap pemerintah. Beberapa lagu itu bahkan bisa dikategorikan terlalu keras pada masanya, sehingga perusahaan rekaman yang memayungi Iwan Fals enggan atau lebih tepatnya tidak berani memasukkan lagu-lagu tersebut dalam album untuk dijual bebas.

Pada bulan April tahun 1984, Iwan Fals harus berurusan dengan aparat keamanan dan sempat ditahan selama 2 minggu gara-gara menyanyikan lirik lagu Demokrasi Nasi dan Pola Sederhana juga Mbak Tini pada sebuah konser di Pekanbaru. Sejak kejadian itu, ia dan keluarganya sering mendapatkan aksi teror entah siapa yang telah melakukan hal tersebut.

Saat bergabung dengan kelompok SWAMI dan merilis album bertajuk SWAMI pada 1989, nama Iwan semakin melambung dengan mencetak hits Bento dan Bongkar yang sangat fenomenal. Perjalanan karier Iwan Fals terus menanjak ketika dia bergabung dengan Kantata Takwa pada tahun 1990 yang didukung penuh oleh pengusaha Setiawan Djodi. Konser-konser Kantata Takwa saat itu sampai sekarang dianggap sebagai konser musik yang terbesar dan termegah sepanjang sejarah musik Indonesia.

Setelah kontrak dengan SWAMI yang menghasilkan dua album (SWAMI dan SWAMI II) berakhir, dan di sela Kantata (yang menghasilkan Kantata Takwa dan Kantata Samsara), Iwan Fals masih meluncurkan album-album solo maupun bersama kelompok seperti album Dalbo yang dikerjakan bersama sebagian mantan personel SWAMI.

Nama Cikal sebagai putri kedua juga diabadikan sebagai judul album dan judul lagu Iwan yang terbit tahun 1991. Sebelumnya Cikal juga pernah dibuatkan lagu dengan judul Anissapada tahun 1986. Rencananya lagu ini dimasukkan dalam album Aku Sayang Kamu, namun dibatalkan. Lirik lagu ini cukup kritis sehingga perusahaan rekaman batal menyertakannya. Pada cover album Aku Sayang Kamuterutama cetakan awal, pada bagian penata musik masih tertulis kata Anissa.

Pada bulan April 1997, Gilang anak pertama Iwan meninggal dunia yang menyebabkan aktivitas bermusik Iwan terganggu dan sempat vakum selama beberapa tahun. Ia sering menyibukkan diri dengan melukis dan berlatih bela diri. 

Pada tahun 1999, Iwan berkolaborasi dengan Farid Bento. Pada tahun 2002, ia mulai aktif lagi membuat album setelah sekian lama menyendiri. Ia pun mulai bangkit dengan munculnya album Suara Hati yang di dalamnya terdapat lagu Hadapi Saja yang bercerita tentang kehilangan Galang. Pada lagu ini istrinya juga ikut menyumbangkan suaranya.

Semenjak meninggalnya Galang Rambu Anarki, warna dan gaya bermusik Iwan Fals terasa berbeda. Ia tidak segarang dan tidak seliar dahulu. Lirik-lirik lagunya lebih mendalam dan religius. Ia mencukur habis rambut panjangnya hingga gundul. 

Setelah menjadi juara di Festival Musik Country, Iwan ikut festival lagu humor. Lagu-lagu humor miliknya sempat direkam bersama Pepeng, Krisna, dan Nana Krip serta diproduksi oleh ABC Records, tapi juga gagal dan hanya dikonsumsi oleh kalangan tertentu saja. Sampai akhirnya, perjalanannya bekerja sama dengan Musica Studio. Sebelum ke Musica, ia sudah rekaman sekitar 4-5 album. Di Musica, barulah lagu-lagunya digarap lebih serius. Album Sarjana Muda, misalnya, musiknya ditangani oleh Willy Soemantri.

Sejak meluncurnya album Suara Hatipada tahun 2002, Iwan Fals telah memiliki kelompok musisi pengiring yang tetap dan selalu menyertai dalam setiap pengerjaan album maupun konser. Melalui lagu-lagunya, ia 'memotret' suasana sosial kehidupan Indonesia pada akhir tahun 70'an hingga sekarang, kehidupan dunia pada umumnya, dan kehidupan itu sendiri. 

Kritik atas perilaku sekelompok orang, empati bagi kelompok marginal, atau bencana besar yang melanda Indonesia (atau kadang-kadang di luar Indonesia, seperti Ethiopia) mendominasi tema lagu-lagu yang dibawakannya. Namun, Iwan Fals tidak hanya menyanyikan lagu ciptaannya sendiri tetapi juga sejumlah pencipta lain.

Album

Amburadul (tahun 1975), Yang Muda Yang Bercanda dan Yang Muda Yang Bercanda II (tahun 1978), Canda dalam Nada (tahun 1978), Canda dalam Ronda (tahun 1979), Perjalanan (tahun 1979), 3 Bulan (tahun 1980), Sarjana Muda (tahun1981), Opini (tahun 1982), Sumbang (tahun 1983), Barang Antik (tahun 1983), Sungali (tahun 1984), Kelompok Penyanyi Jalanan (tahun 1985), Sore Tugu Pancoran (tahun 1985), Aku Sayang Kamu (tahun 1986), Ethiopia (tahun 1986), Lancar (tahun 1987), Wakil Rakyat (tahun 1987), 1910 (tahun 1988), Mata Dewa (tahun 1989), Antara Aku, Kau dan Bekas Pacarmu (tahun 1989), Swami (tahun 1989), Kantara Takwa (tahun 1990), Cikal (tahun 1991), Swami II (tahun 1991), Belum Ada Judul (tahun 1992), Hijau (tahun 1992), Dalbo (tahun 1993), Anak Wayang (tahun 1994), Orang Gila (tahun 1994), Lagu Pemanjat (tahun 1996), Kantata Samsara (tahun 1998), Best of the Best Iwan Fals (tahun 2000), Suara Hati (tahun 2002), In Celebration With (tahun 2003), Manusia Setengan Dewa (tahun 2004), Iwan Fals in Love (tahun 2005), 50:50 (tahun 2007), Untukmu Terkasih (tahun 2009), Keseimbangan - Iwan Fals (tahun 2010), Tergila-gila (tahun 2011), Kantata Barock (tahun 2012), Raya (tahun 2013), Palestina (tahun 2014).

Kesederhanaannya menjadi panutan para penggemarnya yang tersebar di seluruh nusantara. Para penggemar fanatik Iwan Fals bahkan mendirikan sebuah yayasan pada tanggal 16 Agustus 1999 yang disebut Yayasan Orang Indonesia atau biasa dikenal dengan seruan OI. Yayasan ini mewadahi aktivitas para penggemar Iwan Fals. Hingga sekarang kantor cabang OI dapat ditemui di setiap penjuru nusantara dan beberapa bahkan sampai ke mancanegara.

Daftar Pustaka

  • https://id.wikipedia.org/wiki/Iwan_Fals
  • http://info-biografi.blogspot.co.id/2013/03/biografi-iwan-fals.html
  • http://www.biografiku.com/2009/02/biografi-iwan-fals.html
  • http://www.iwanfals.co.id/article/our-story/53-biografi-iwan-fals